Selamat datang dan belajar sesuatu dari kehidupan saya ini

Terimakasih karena telah sudi mampir di blog saya yg sederhana ini,silahkan komen ataupun sekedar say hai,itupun sudah terlalu mewah buat seorang saya.

teriring doa untuk kesejahteraan kita bersama

-didot-

Rabu, 30 Juli 2008

Tentang Harapan


Konon ,kotak pandora terbuka dan menyebarkan segala bentuk keburukan ke muka bumi. tapi berhasil ditutup sebelum berlanjut lebih parah,dengan menyisakan 1 hal penting di dalamnya ,yaitu Harapan.

Dalam hidup ini,saya sering juga mengalami patah semangat,down,cemas dan hal lainnya. kita semua juga pasti pernah mengalami hal seperti ini. Namun saya dapat cepat mengatasi hal tersebut kini. Sebenarnya apa sih yang membedakan seorang pemenang dengan seorang loser? dalam hal ini saya katakan,seorang pecundang selalu kalah sebelum bertanding,alias mentalitasnya yang jelek. sedangkan pemenang itu hanya tidak pernah menyerah. pernah mendengar istilah : "bukan pukulan ke 100 yang menjatuhkan seseorang,tapi itu adalah hasil dari 99 pukulan sebelumnya". winner never give up.

Sering kali, saya cemas akan hal hal yang tidak perlu, dan juga porsinya berlebih2an. terlalu berpikir ke depan ,dan kadang melihat masa lalu yg buruk. di film kungfu panda ada kata2 yg bagus : "yesterday is history, tomorrow is a mistery , now is a gift , that's why they called it the present"

berfokuslah pada saat ini, tidak usah risau dengan yg lalu atau yg akan datang. nikmatilah saat ini,hiduplah dengan penuh kesadaran. rasakan nafas yg anda hirup, minuman yg kita minum. rasakan lelah,sakit,nikmati semuanya. hanya dengan begitulah kita bisa menikmati dan mensyukuri hidup ini.

kalau sudah bersyukur ,semua masalah jadi lupa kan?

anda mau tahu resep saya kalau saya sedang cemas? saya selalu bilang ke diri saya " kalau Tuhan masih memberimu hidup hari ini dan esok,pasti Tuhan yang baik akan memberikan masa depan yg lebih baik ,kalau tidak pasti Dia telah mengambil nyawamu hari ini"

betul gak? kalau kira2 kita udah gak ada harapan yg lebih baik,mending mati aja kan? tapi kalau kita belum mati, pasti ada harapan yg lebih baik dong tentunya? kalau tidak kenapa gak minta diambil saja nyawa kita saat ini?

saya yakin Tuhan selalu punya rencana yg baik untuk anda dan saya, dan kita memang diwajibkan positif thinking dalam hal ini, saya ingat guru saya pernah mengajarkan kalau Tuhan pernah berkata " AKU adalah bagaimana prasangka hambaKU kepadaKU" .

kalau anda gak yakin Tuhan akan ngasih hari esok yg lebih baik,lebih baik anda minta mati saja. maaf kalau saya agak kasar ,maksud saya adalah,jangan berpikir negatif.

hidup dan mati kita kan ditangan Allah,jadi kalau belum saatnya ,lebih baik kita berpikir positif dengan mengatakan : Tuhan pasti punya rencana yg baik untukku jika DIA membiarkanku hidup hari ini.

Semoga berguna,

salam positif penuh harapan.

Didot


n.b : buat yg belum pernah baca tentang kotak pandora ini saya kutipkan ceritanya.

Begini ceritanya: Selain manusia, bumi dulu juga ditempati oleh para titan. Zeus sangat tidak menyukai beberapa titan, dan titan yang paling tak disukainya adalah Promotehus yang bersikukuh hendak mencuri cahaya pengetahuan dari puncak Olympus. Nietzsche sangat mengagumi titan satu ini yang menurutnya memiliki ciri “uebermensch” (sebagian menerjemahkannya “superman”, tapi penerjemah spesialis Nietzsche, Walter Kauffman, lebih suka menerjemahkannya menjadi “overman”. ST Sunardi, dalam bukunya tentang Nietzsche yang diterbikan LKiS, menerjemahkan uebermensch menjadi “adimanusia”).

Zeus, diceritakan, juga membenci titan lainnya yang bernama Ephimetheus. Dia adalah kakak Promotheus. Untuk itu Zeus memerintahkan seorang dewa yang dikenal buruk rupa tapi memiliki keahlian seni yang mumpuni untuk membuat sebuah patung perempuan. Nama dewa itu Haphaestus. Dia sendiri adalah anak Zeus dari hasil perkawinan dengan Hera. Karena dia memendam asmara tak kesampaian dengan Aprhodite, maka ia membuat patung perempuan yang kecantikannya menyerupai Aphrodite.

Zeus senang dengan kesempurnaan patung itu dan lantas memberi patung itu kehidupan. Patung itu sendiri bentuknya lebih kecil dari ukuran manusia. Patung yang sudah diberi kehidupan itu diberi nama Pandora. Oleh Zeus, Pandora dititipi pula sebuah kotak rahasia yang tak boleh dibukanya.

Zeus lantas menghadiahkan patung itu pada Ephimetus. Kendati Promotheus sudah memeringatkan kakaknya akan kemungkinan tipu muslihat Zeus, Ephimetus telanjur menyukai dan mencintainya karena Pandora memang sangat cantik. Singkat kata, Pandora dan Ephimetus hidup berdampingan. Pandora sendiri hingga beberapa lama mampu menaati perintah untuk tidak membuka kotak itu. Tapi, lama kelamaan, Pandora penasaran dengan apa isi kotak yang dititipkan padanya.

Maka dibukalah kotak tersebut. Dari dalam kotak, berhamburanlah segala macam keburukan, seperti penyakit, wabah kesedihan dan keputusasaan. Sejak itu, bumi mulai mengenal penyakit dan segala keburukan hidup lainnya. Hanya saja, ternyata, di dalam kotak itu juga masih ada satu benda lain. Benda itu kecil bentuknya. Namanya: “Harapan”. Benda inilah yang kelak digunakan manusia di bumi untuk terus bertahan dari segala macam penyakit, wabah, kesedihan, dll.

(Dikutip secara lepas dari http://musyawarahbuku.wordpress.com/2008/01/18/hikayat-kotak-pandora/)

Senin, 28 Juli 2008

Lemah lembut sehari - hari

Lemah Lembut sehari hari

By : Didot (hadi_dot@yahoo.com)

Pernah suatu waktu yang telah silam saya melihat seorang yang berpakaian sangat islami, sepertinya seorang Haji. Kami semua sedang berada di dalam masjid. Pak haji ini rupanya tengah menegur seorang anak kecil di dalam masjid karena berisik. Bahasanya cukup keras dengan nada menghardik. Saya cukup kaget melihat perilaku ini. Setahu saya seorang muslim akan berpedoman kepada Nabi dalam berperilaku sehari hari. Selama ini saya sudah sering membaca dan mendengar bagaimana sikap lemah lembut dan sopan santun nabi ,sehingga berharap umatnya juga akan mengikuti keindahan perilaku dan akhlak beliau. Kejadian tersebut cukup mengusik saya sampai hari ini. Mengapa tidak ditegur dengan lemah lembut saja anak kecil itu?

Saya yakin banyak diantara teman-teman sekalian pasti juga pernah mendengar tentang kelemahlembutan dan tingginya akhlak Rasul bukan? bahkan ada 1 cerita tentang orang buta yg selalu meludahi rasul setiap hari ,yang pada akhirnya malah menyesal ketika mengetahui ternyata yg setiap hari menyuapinya dengan lemah lembut adalah orang yang selalu dibencinya. Saya hampir menangis saat pertama membaca kisah ini.

Namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa ada beberapa pihak yang menyalahartikan sikap tegas beliau dalam beberapa hal,misalnya seperti peperangan. Dunia barat bahkan hanya bisa melihat kalau islam itu keras, mereka ini hanya melihat dari pedang nabi saja.,tanpa mencoba melihat sisi lainnya dari rasul. The truth is there is always two side to every story ,istilahnya tergantung siapa yang menceritakannya, maka akan ada dua macam sisi yg melihat kepribadian seseorang,apakah baik atau buruk. Dan terus terang saja ini juga berlaku buat pak haji yg menegur seorang anak kecil tadi, diapun pastinya punya sisi kebaikan juga,yg mungkin saya tidak tahu karena belum mengenalnya.

Beberapa waktu yang silam pula saya ikut ke suatu pengajian, dan mendapatkan ayat di Al Quran sebagai berikut :

Surat thaahaa ( 20 ) ayat : 43 – 44

“ Pergilah kamu berdua kepada Firaun,sesungguhnya dia melampaui batas ; katakanlah kepadanya dengan perkataan yang lembut supaya dia mendapat pengajaran atau dia takut (kepada Allah).”

Nah,teman teman sekalian bisa melihat,untuk orang sesombong firaun saja,Allah masih menyuruh ditegur dengan lemah lembut,masa sih seorang anak kecil ditegur dengan keras dan kasar?

Sayapun pada dasarnya adalah orang yang keras, tapi saya selalu merasa hanya orang yang bicara dengan lembut dan santunlah yang akan saya dengarkan , saya kalau dikerasin saya malah akan semakin keras. Dan demikian juga yang saya sering lihat pada sifat orang-orang yg cukup keras ,pastinya kebanyakan dari mereka tidak dapat dikerasi. Bukankah batu karang hancur oleh tetesan air lama-kelamaan?

Saya juga mencoba untuk tetap selalu lemah lembut kepada yang keras pada saya walaupun itu lebih sulit, tapi saya ingat kata-kata guru saya,yaitu : “ baik kepada orang baik itu biasa, tapi baik kepada orang yang tidak baik, itu luar biasa”. Maunya sih menunggu orang lain berbuat baik lebih dulu kepada saya baru saya juga baik kepada mereka, kalau ternyata dia jahat saya juga gak perlu baik. Demikian kira-kira dulu pendapat saya sebelum disadarkan oleh kata-kata guru saya.

Kita tidak mungkin menunggu orang lain untuk berbuat baik lebih dahulu kepada kita baru kita baik kepada mereka, ini tidak berlaku demikian. Karena saya ingat Gandhi pernah berkata : “jadilah perubahan yang kau inginkan terjadi pada dunia” ,artinya kita haruslah menjadi dan mencontohkan perubahan tersebut lebih dulu, bukan menunggu orang lain melakukannya pada kita. Jika kita ingin orang lemah lembut pada kita,kita harus lembut dulu kepada mereka,jika kita ingin orang lain baik kepada kita ,kita juga harus baik dulu kepada mereka,seperti hukum paling utama yang berbunyi : “ perbuatlah pada orang lain sebagaimana kau ingin diperlakukan” ,jangan mencubit jika tidak ingin dicubit.

Mudah2an kita bisa mengambil hikmah dari cerita2 ini ,agar menjadikan lemah lembut dan sopan santun sebagai tata cara pergaulan kita dalam bermasyarakat kepada siapapun dan bagaimanapun cara mereka memperlakukan kita.

Jumat, 25 Juli 2008

Saya harus masuk surga

Saya Harus Masuk Surga

by : Didot (hadi_dot@yahoo.com)



Siapa yang tidak kepengen masuk surga? saya rasa semua orang pasti mau,masalahnya kenapa masih banyak perilaku orang yang kesannya masa bodoh soal ini yang saya lihat sehari-hari. yang paling gampang,coba aja baca koran poskota deh(bukan bagian iklan mobil lho,bagian depan aja cukup kok,hehe) atau lampu merah. belum lagi acara gosip dan seleb di tv. trus yang saya lihat di sekitar ,masih banyak umat muslim yang sholatnya sekadarnya (kalo gak mau dibilang gak pernah).

Saya sengaja bikin tulisan ini, karena saya baru membaca hadits bukhari tentang bagaimana kemurahan hati Allah terhadap setiap kebaikan yang kita lakukan (bahkan walaupun baru sekedar niat saja). saya kutipkan disini haditsnya :

(hadits bukhari no : 1745)

Dari Ibnu Abbas r.a, dari Nabi saw. yang diriwayatkannya dari Tuhannya, beliau bersabda : "
Tuhan berkata : " Sesungguhnya Allah menuliskan semua kejahatan dan kebaikan,kemudian dijelaskannya : Siapa yang berniat melakukan suatu kebaikan dan tidak dilaksanakannya,maka Tuhan menuliskan disisi-Nya untuk orang itu satu kebaikan yang sempurna. Kalau orang itu berniat melakukan suatu kebaikan dan hal itu dilaksanakannya,maka Tuhan menuliskan disisi-Nya untuk orang itu sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat,sampai berlipat ganda. Siapa yang berniat melakukan suatu kejahatan,tetapi tidak dilaksanakannya,maka Tuhan menuliskan disisi-Nya untuk orang itu satu kebaikan yang sempurna. Tetapi kalau ia berniat melakukan kejahatan dan dilaksanakannya, maka Tuhan menuliskan disisi-Nya untuk orang itu satu kejahatan"


apa yang bisa kita ambil dari hadits ini? ternyata mudah sekali untuk masuk surga bukan seharusnya? bagaimana tidak?

mari kita buat analisa :


Niat-----Amal--------------nilai baik----------------nilai buruk
baik---tidak dilakukan----------1------------------------0
baik--- dilakukan------ 10 , 700 s/d tak terhingga----- 0
buruk-tidak dilakukan----------1------------------------0
buruk -dilakukan---------------0------------------------1

bayangkan betapa murah hatinya Sang Pencipta kita , bagaimana kalau hal ini kita praktekkan dalam permainan seperti bulutangkis atau basket. jika lawan kita memasukkan 1 point atau gol ke tempat kita hanya dihitung 1 point ,sementara setiap kita melakukan goal atau point dihitung minimal 10 kali atau 700 kali bahkan sampai tak terhingga!! kira-kira jika ada permainan seperti ini,kecil sekali kemungkinan kita kalah ya??

Saya merasa itulah rahmat dan kasih sayang dari Sang Pencipta,betapa besar kasihNya kepada kita. masak sih masih mau kalah jika peraturannya dibuat untuk menguntungkan kita? lagian kalau sampai gak masuk surga,wah bisa berabe deh, mengingat ada hadits lain yang berbunyi :

Dari Ibnu Umar r.a : katanya : "Rasullulah saw. bersabda: "setelah penghuni surga masuk ke dalam surga dan penghuni neraka masuk ke dalam neraka,kematian itu dibawa dan diletakkan antara surga dan neraka,lalu disembelih. Kemudian itu ada orang yang meneriakkan : "hai isi surga! Tidak ada lagi kematian. Hai isi neraka! Tidak ada lagi kematian." Karena itu kegembiraan isi surga bertambah dari kegembiraan yang telah ada. Sebaliknya isi neraka bertambah kesedihannya dari kesedihan yang telah ada."

tapi memang sebaiknya kita bukan hanya melakukan kebaikan untuk sekedar karena ingin masuk surga dan takut masuk neraka saja, memang siapa lagi sih yang pantas disembah dan diikuti petunjuknya kalau bukan Tuhan?

Konon seorang sufi wanita ; Rabiah , pernah marah2 di jalan sambil membawa seember air lantaran kesal karena orang banyak beribadah karena takut dengan panasnya api neraka,sehingga dia berniat untuk memadamkan api neraka.

Esensi beribadah memang seharusnya karena syukur, syukur atas kehidupan,karena iman,karena sehat,karena begitu banyak hal lain yang diberikan secara cuma2 oleh Sang Pencipta kepada kita,bahkan sebelum kita memberikan apapun untukNya.

di surat Quraisy ,ayat terakhir berbunyi :

"fal ya'buduu rabba haadzal baiit, alladzii ath'amahum min juu'iw wa aamanahum min khauf"

yang artinya : " Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik Ka'bah ini, Yang telah memberi makan mereka dari kelaparan dan mengamankan mereka dari ketakutan."

pernah mikir gak sih,kalau kita punya uang banyak,tapi gak ada makanan buat dibeli? siapa sebenarnya yang menjamin makan kita? uang kita?

sama aja,wajah cakep tapi gak ada produser yang mau pakai juga tidak akan ada uang kan? jadi dari siapa sebenarnya rejeki itu?

pernah mikir gak sih kalau kita lahir di palestina? atau negara lain yang masih berperang? atau lahir di jaman sebelum merdeka? coba pikir ,betapa nikmatnya hidup di saat negara ini sudah merdeka seperti sekarang bukan? coba kalau lagi perang? apa yg anda miliki? apa yg anda bisa nikmati?

kita tidak bisa memilih dimana dan kapan kita dilahirkan,sehingga seharusnya kita bersyukur karena dilahirkan di negeri indonesia ini dengan saat sekarang ini,walaupun dengan segala kebobrokan yang terjadi di negeri kita tercinta ini saat ini. setidaknya hak-hak hidup kita dijamin oleh hukum negara yg jelas.

jadi beribadah seperti apakah yang kita lakukan? karena surga dan neraka? atau karena syukur? kembali ke diri kita masing2 saja. yang jelas masalah apapun niat kita, Saya harus masuk surga,karena saya tidak sanggup untuk tidak.

wasalam

Minggu, 20 Juli 2008

Islam Rahmatan Lil alamin

nyolong dari internet nih,tulisannya bayu gautama. bagus banget deh guys...


Salam Sejahtera bagi Pak Muslim Adzan maghrib berkumandang, waktu berbuka puasa pun tiba. Tapi sore itu saya masih berada di angkot, duduk di pojok berhadapan dengan lelaki paruh baya. Lelaki itu, serta merta mengeluarkan sebuah minuman kemasan rasa jeruk dari dalam tasnya. Untuknya berbuka puasa, piker saya. Tapi ternyata, "Silahkan berbuka, sudah masuk
waktunya," sambil menyodorkan minuman itu ke arah saya. Belum sempat saya menolaknya, ia sudah mengeluarkan beberapa gelas minuman kemasan yang sama, kemudian dibagikan kepada seluruh penumpang dalam angkot,termasuk seorang mahasiswa di sebelahnya. Mahasiswa itu, seorang non muslim. Dengan sangat sopan ia menolak pemberian lelaki paruh baya itu. "Saya bukan muslim, saya tidak berpuasa, terima kasih," ujarnya sopan. Lelaki itu tak mau kalah, ia tetap menyodorkan minuman itu, dan, "Ini bulan berkah,
keberkahan puasa bukan hanya untuk kami yang muslim, bahkan juga untuk orang diluar muslim," kata-kata itu teramat menyentuh batin saya, dan saya yakin juga bagi mahasiswa itu. "Nama saya Muslim" begitu ia memperkenalkan dirinya kepada saya. Nama yang sangat mewakili perbuatannya. Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, dan seorang muslim semestinya menjadi rahmat bagi semua orang, tidak terkecuali. Seorang muslim ialah yang senantiasa menebar kasih sayang kepada sesama, tak peduli ia berbeda agama. Dan Pak Muslim telah mengajarkan langsung kan hal-hal yang selama ini masih sering menjadi materi dasar di berbagai pengajian dan forum keagamaan yang kita ikuti. Pak Muslim bukan seorang ustadz, bukan ulama, dia juga tidak banyak berbicara di atas mimbar, di televisi, tapi apa yang baru saja dilakukannya di hadapan saya, jauh lebih
mengagumkan dari sekadar kata-kata indah yang terumbar di berbagai mimbar dan corong pengeras suara. Sungguh saya malu, terlalu sering berbicara dan tak berupaya mengimbanginya dengan amal nyata. Kalau mau dihitung, sedikit sekali yang sudah saya kerjakan untuk membuktikan betapa Islam itu benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam, bagi
semua umat, tidak terkecuali. Jati diri seorang muslim bukan ditunjukkan dengan simbol, bendera dan kata-kata. Sesungguhnya, jati diri itu tertanam dalam jiwa yang kemudian tercermin dalam perilaku dan perbuatannya sehari-hari. Pakaian yang kita kenakan hanya menunjukkan fisik kemusliman kita, tapi kesejatian seorang muslim lebih dipancarkan dari
kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan. Pakaian seorang muslim yang sebenarnya, adalah
kata-kata baik penuh hikmah dan perbuatan yang mengandung keberkahan bagi siapa saja, tidak terkecuali. Nama saya bukan Muslim, tapi saya seorang muslim. Semoga saya bisa seperti Pak Muslim.

Bayu Gawtama

money can buy happiness lho

buat anda yg masih ragu apakah uang dapat membeli kebahagiaan , silahakan baca artikel ini. mungkin anda masih salah cara membelanjakan uangnya jika anda belum bahagia;)

WASHINGTON (Reuters) - Money can buy happiness, but only if you spend it on someone else, researchers reported on Thursday. Spending as little as $5 a day on someone else could significantly boost happiness, the team at the University of British Columbia and Harvard Business School found. Their experiments on more than 630 Americans showed they were measurably happier when they spent money on others -- even if they thought spending the money on themselves would make them happier. "We wanted to test our theory that how people spend their money is at least as important as how much money they earn," said Elizabeth Dunn, a psychologist at the University of British Columbia. They asked their 600 volunteers first to rate their general happiness, report their annual income and detail their monthly spending including bills, gifts for themselves, gifts for others and donations to charity. "Regardless of how much income each person made, those who spent money on others reported greater happiness, while those who spent more on themselves did not," Dunn said in a statement. Dunn's team also surveyed 16 employees at a company in Boston before and after they received an annual profit-sharing bonus of between $3,000 and $8,000. "Employees who devoted more of their bonus to pro-social spending experienced greater happiness after receiving the bonus, and the manner in which they spent that bonus was a more important predictor of their happiness than the size of the bonus itself," they wrote in their report, published in the journal Science. "Finally, participants who were randomly assigned to spend money on others experienced greater happiness than those assigned to spend money on themselves," they said. They gave their volunteers $5 or $20 and half got clear instructions on how to spend it. Those who spent the money on someone or something else reported feeling happier about it. "These findings suggest that very minor alterations in spending allocations -- as little as $5 -- may be enough to produce real gains in happiness on a given day," Dunn said. This could also explain why people are no happier even though U.S. society is richer. "Indeed, although real incomes have surged dramatically in recent decades, happiness levels have remained largely flat within developed countries across time," they wrote. (Reporting by Maggie Fox, editing by Will Dunham and Todd Eastham)

hits