Selamat datang dan belajar sesuatu dari kehidupan saya ini

Terimakasih karena telah sudi mampir di blog saya yg sederhana ini,silahkan komen ataupun sekedar say hai,itupun sudah terlalu mewah buat seorang saya.

teriring doa untuk kesejahteraan kita bersama

-didot-

Selasa, 27 Oktober 2009

Indonesia banget??

indonesia banget?

by : didot (www.universitas-kehidupan.blogspot.com )


Ini cerita2 yg menggambarkan mental orang Indonesia banget, humph… rada sedih juga sih sebenernya,tapi gapapa deh , menertawakan diri sendiri terkadang lucu juga kok. Mungkin ini sebabnya di Indonesia udah jarang ada lagi restoran yg refill minuman terus2an ya?? Dulu juga di mac donalds indo pernah bikin program refill minum yg akhirnya juga terpaksa dihentikan ( I can imagine why:D ). Tapi beneran deh ya , emang mental orang kita itu gak mau rugi banget,kalo bisa semuanya gratis gitu lho…tul gak??

So guys,here it is, laugh it out loud;p



TUKANG CUKUR

Ada seorang tukang cukur tua yang baik hati disebuah kota di United States .
Suatu hari seorang penjual bunga datang kepadanya untuk memotong rambut. Selesai potong rambut,dia bermaksud membayar tetapi tukang cukur menjawab : "Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan". Si penjual bunga sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terimakasih dan selusin bunga mawar yang telah menanti di depan pintu. Seorang polisi datang untuk potong rambut dan dia pun bermaksud membayar setelah selesai dipotong rambutnya. Tetapi, si tukang cukur pun menjawab : "Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan". Si polisi pun sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya,ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terimakasih dan selusin donat yang telah menanti didepan pintu. Dihari berikutnya datanglah seorang software engineer dari Indonesia untuk potong rambut, ketika dia hendak membayar, si tukang cukur pun menjawab : "Maaf, saya tidak dapat menerima uang dari mu. Saya melakukan pelayanan". Si software engineering dari Indonesia pun amat sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, .. coba tebak !!! apa yang tukang cukur temukan di depan intu ?????????? Dapatkah kamu menebaknya ??????????? Apakah kamu belum tau jawabannya?? ????????? ? Ayo.Berfikirlah seperti orang indonesia ......!!!!!! Ok!!!!!OK!!! !!!!!!!!! !!! Selusin orang Indonesia telah menunggu untuk potong rambut GRATIS !!!!!!!!!

Hahahahahahaha*dasar ya ,orang indonesia gak bisa banget kalo denger kata gratis:D

Dan satu lagi nih cerita soal gak mau rugi :


Bisa direimburse

Seorang pria ditemani seorang wanita mendatangi ruang praktek dokter.
‘ Ada yang bisa saya bantu?', tanya si dokter. 'Dok', sahut si pria, 'Tolong dokter perhatikan sementara kami melakukan seks, nanti tolong beritahu apa ada yang salah' Meskipun agak heran, si dokter setuju. Pasangan itu melepas pakaian dan mulai melakukan seks di depan sang dokter. Sesudahnya dokter itu berkata, 'Hm...tak ada yang salah dengan kalian'. Mereka membayar, lalu beranjak pergi. Minggu depannya pasangan itu muncul lagi, dan kembali meminta dokter melakukan hal yang sama. Tidak ada kelainan. Mereka membayar dan pergi. Ketika minggu ketiga mereka muncul lagi, si dokter berkata, 'Saya tidak habis pikir. Kan sudah saya bilang tak ada problem yang saya temukan, kenapa Anda berdua masih mendatangi saya?' Dengan malu-malu si pria berkata, 'Ehm...sebenarnya begini Dok. Dia ini selingkuhan saya. Kami nggak mungkin melakukannya di rumah masing-masing. Trus kalo di hotel kena 300 ribu. Di sini kami Cuma bayar 150 ribu, dan bisa di-reimburse lagi kwitansinya ke HRD'.

Hahahahahahaha… ini orang kreatif banget ya?? *geleng2 kepala dengan kecerdasannya ,tapi juga ngurut dada memikirkan kelakuannya.

Sekian dan terimakasih

Selamat tertawa terpingkal2 dan guling2 menertawakan ke-indonesiaan bangsa kita:D

-didot-

N.B : oh ya sedikit tentang tukang cukur , mereka ini adalah pekerjaan yg sangat mulia dan ditakuti lho sebenarnya ,bayangin aja mana ada lagi pekerjaan yg bisa menyuruh seorang kepala negara alias presiden buat nunduk kecuali dia tukang cukurnya si presiden?? wkwkwkwkwk

Tanggung jawab pendidikan anak





Tanggung jawab pendidikan anak

By : didot (www.universitas-kehidupan.blogspot.com )


Hasil bincang2 dengan seorang guru kehidupan saya soal pendidikan , intinya memang sekolah itu ‘tanggung jawabnya’ hanya sebatas memberikan ilmu atau transfer of knowledge.jadi tulisan saya sebelumnya disini ,menuduh lembaga sekolah telah gagal tidak benar adanya, bahwa memang tidak ada yg salah dengan lembaga sekolah,karena tugasnya hanya sebatas transfer of knowledge. Kalaupun mengajarkan nilai2 itu sangatlah terbatas sifatnya,karena sekolah itu tidak 24 jam,sedangkan keluargalah yg seharusnya ‘mengawasi’ sikap dan pertumbuhan mental seorang anak. Jadi soal sikap mental kesuksesan dan akhlak seseorang itu adalah ‘tanggung jawab’ keluarganya,terutama kedua orang tuanya,khususnya ayahnya jika masih ada.



Saya sempat salah persepsi ,bahwa tanggung jawab akhlak (yg saya maksud akhlak disini mencakup sikap mental,moralitas,dan nilai2 EQ lainnya seperti kejujuran,dan loyalitas,tidak berputus asa,dll) itu adalah tanggung jawab sekolah murni. Padahal seharusnya tanggung jawab pendidikan itu tetap berada di pundak orang tua. Saya sempat heran dengan kesuksesan beberapa orang yg sekolahnya ‘terbengkalai’ ,tapi mereka sangat sukses dalam bidangnya. Satu hal pasti ,saya tidak pernah meneliti lebih jauh soal pendidikan dalam keluarga mereka ini,dan kemungkinan nilai2 kesuksesan itu didapat dari sana (ataupun dari lingkungan terdekatnya).

Kebanyakan orang tua berpikir jika telah membiayai pendidikan anak yg tinggi dan mahal maka tanggung jawab pendidikannya telah lepas,nah justru pandangan seperti inilah yg salah. Karena justru orang tualah yg seharusnya memberi pengajaran bagaimana sikap2 yg seharusnya dianut dalam bermasyarakat. Saya sendiri besar dalam keluarga yg bersikap seperti itu, dimana tanggung jawab dilepas kepada lembaga sekolah seutuhnya,sehingga saya mencari nilai2 saya sendiri disana.

Maka dengan tulisan ini saya mengajak dan mengingatkan teman2 sekalian ,untuk tetap bertanggung jawab jika kelak telah berkeluarga (bagi yg belum),dan bagi yg sudah berkeluarga dengan terus mengembangkan diri ,menambah pengetahuan untuk menjadi orang tua yg baik (dengan banyak membaca buku2 tentang pendidikan anak) ,menjadi contoh panutan bagi anak2 kita (karena sebaik2 perintah adalah dengan contoh , ingat ‘action speaks louder than words’).



Yuk kita sama2 kembangkan diri dan mempersiapkan diri, 5 tahun lagi,10 tahun lagi,kapanpun itu semuanya pasti ingin punya anak suatu saat nanti, kita belum tau kapan,tapi tidak ada salahnya menyiapkan diri untuk itu. Kalau sudah begini saya jadi teringat teman2 saya yg udah nikah lebih dari 2 tahun tapi belum juga dikaruniai anak,jangan2 itu karena Tuhan menilai mereka belum siap untuk jadi orangtua yg baik? Mungkin mereka belum mempersiapkan diri menjadi orangtua yg baik?? Belum membeli buku2 tentang menjadi orangtua yg baik ,ikut seminar2nya,atau sikap mereka sendiri mungkin belum layak untuk jadi orang tua?? (gimana mo punya anak,wong miara kucing atau ikan aja mati,hehehe) . Semua alasan diatas itu cuma mungkin lho ya,hehe, jadi jangan tersinggung dong, bisa aja kan kalo anda itu ternyata mandul,hahahaha… gak deh becanda.

Bicara soal mandul jadi ingat kasus Tom cruise dan Nicole kidman beberapa tahun silam. Waktu nikah dalam kurun waktu 10 tahun keduanya gak punya anak,ada yg bilang tom cruise mandul,tapi buktinya setelah mereka cerai,keduanya bisa punya anak kok,jadi memang mungkin secara genetik aja mereka gak cocok. So guys ,jangan putus asa ya bagi yg belum dikasih anak,ayoo bikin lagi,usaha dong…. Masak mesti saya bantuin,nanti bisa jadi mirip saya semua dong anak kalian hahaha;p



oh ya ,ini video tentang kasih sayang orang tua kepada anak ,you really have to see this one guys:)

Senin, 26 Oktober 2009

demam fesbuk diantara pasangan muda

demam fesbuk sih boleh aja,tapi ini gimana ya??ummm susah juga jelasinnya ,kocak ,tapi konyol, tapi juga... (nilai sendiri aja deh guys)

yang jelas teman saya ini baru nikah sebulanan kurang lebih (saat status ini ditulis)


foto ini udah pernah saya terbitkan di kaskus ,tapi saya ingin share aja sama teman2 sekalian disini,hehehe




dan lanjutannya :



N.B : nama sengaja dirahasiakan demi menjaga privacy ,hehe. dijamin no hoax kok:D

Mengapa sekolah tidak menjamin kesuksesan seseorang??

Mengapa sekolah tidak menjamin kesuksesan seseorang??

By : didot ( www.universitas-kehidupan.blogspot.com )

Soeharto , Bill gates , Bob sadino ,Steve jobs adalah sebagian kecil orang sukses yang drop out atau tidak berhasil dalam bidang akademisnya. Namun mereka benar2 sukses dalam apa yg dicapainya dalam hidup. Gak perlu saya sebutin lah kenapa dan bagaimana suksesnya mereka,anda sebagian pasti udah tau dong tentunya?? Bagi yg belum tau kisah sukses dan jatuh bangunnya mereka ini silahkan tanya sama om google aja ya:D

Sebenarnya kita sekolah untuk apa sih??

Setau saya kita sekolah adalah untuk mendapatkan :
1. ilmu (transfer of knowledge)
2. mengasah keterampilan (building skills)
3. mendapatkan nilai2 kehidupan (transfer of value).

Nah biasanya sekolah cenderung berhenti di kedua yg pertama saja,dan yg terakhir (Transfer of value) tidak diberikan ,kalaupun ada sangatlah sedikit porsinya.

Value atau nilai2 ini sendiri sebenarnya bukanlah sebuah angka penilaian keberhasilan seseorang ,tetapi adalah prinsip2 dalam hidup yg penting untuk ditanamkan jauh ke dalam jiwa seseorang. Nilai2 seperti solidaritas ,loyalitas ,hormat , jujur , suka menolong dan lain sebagainya. Justru nilai2 inilah yg kelak akan menentukan kesuksesan seseorang dalam hidupnya nanti ,paling tidak demikian yg ditulis oleh Daniel goleman dalam bukunya emotional intelligence /kecerdasan emosional.

Di dalam hidup kita memang diajarkan secara berbeda dengan saat kita di sekolah ,kalau di sekolah kita diberi pelajaran ,kemudian diuji baru kita bisa naik kelas /tingkat. Namun dalam kehidupan ini kita di beri ujian dulu baru kemudian mendapatkan pelajarannya , kalau kita bisa melewati ujian tersebut kita tentu juga naik kelas /derajat dimata sang pencipta kita. Bahkan bukan tidak mungkin juga di mata masyarakat banyak nantinya,karena biasanya ujian yg berat itu untuk orang yg kuat ,dan hasil dari ujian itu biasanya berharga besar. Yah kalau diibaratkan adalah Bagaikan karbon yg ditempa oleh tekanan berjuta tahun sehingga menjadi intan permata yg berharga.

Tanpa mengabaikan pentingnya nilai pendidikan yg bersifat transfer of knowledge tadi , kekurangannya terutama hanya karena tidak memasukkan nilai2 moral dan kecerdasan emosional di dalam kurikulum sekolah kita. Sebenarnya sih semuanya penting baik itu knowledge/ilmu maupun value/nilai. Orang yg mempunyai nilai2 kebaikan akan lemah tanpa ilmu yg cukup ,dan orang berilmu cukup akan tersesat tanpa nilai2 yg baik. Tapi karena di sekolah cuma ada penilaian dalam hal ilmu saja tanpa adanya penilaian soal value atau nilai2 makanya saya mengkritisi hal ini (dan akhirnya nulis tentang hal ini).

Ngomongin pendidikan di Indonesia sendiri rupanya masih tertatih2 jalannya (kalo gak mau dibilang mandeg atau jalan di tempat) ingat saja dulu bangsa lain seperti Malaysia yg belajar ke universitas di Indonesia ,namun sekarang jadi kebalikannya. Para tokoh pendiri bangsa ini sendiri sedari dulu telah menetapkan bahwa pendidikan itu anggarannya harus 20% dari total APBN tahunan ,sementara sampai hari ini nampaknya masih jauh dari harapan untuk mencapai angka tersebut,selain problematika bahwa jikapun tercapai angka tersebut, pasti pendistribusian dananya akan mengalami banyak sunatan dan tidak tepat sasaran yang disebabkan oleh berbagai faktor manusiawi di negeri kita ini.

Sesungguhnya segala masalah yg bangsa ini hadapi akar permasalahannya ada di pendidikan lebih tepatnya pendidikan moral /emosional atau yg disebut akhlak. Karena ada pepatah kebodohan identik dengan kemiskinan ,jadi selama kita masih jadi negara yg bodoh (baca : pendidikannya kurang maju dibanding negara lain,serta sebagian penduduknya tidak mengenyam pendidikan tinggi) maka kemiskinan di negeri ini akan sulit untuk diberantas. Tapi pendidikan tinggi juga harus diimbangi dengan moralitas yg tinggi pula tentunya.

Selama sekolah di negeri ini hanya mengajarkan tentang pendidikan tanpa memikirkan soal nilai2 kecerdasan emosional /value, maka sia2 saja pendidikan yg tinggi itu karena tak mampu membuat manusia2 indonesia menjadi lebih bernilai secara kualitas akhlak. Korupsi dan kolusi itu bukan cacat secara ilmu,tapi cacat secara value. Sedangkan value/nilai2 itulah dasar dari kesuksesan seseorang, ketimbang hanya cerdas. Berapa banyak manusia cerdas yg gagal?? Berapa banyak manusia cerdas berpendidikan tinggi yg kerja di bawah para pengusaha yg notabene hanya berpendidikan rendah?? Cerdas namun mudah menyerah apakah akan membawa kepada kesuksesan?? Orang cerdas yg tidak punya kecerdasan emosional malah menggunakan akalnya untuk korupsi sebanyak2nya nantinya bukan??

Sukses bukan soal tingginya pendidikan anda,karena sukses adalah sikap mental anda. Bagaimana seseorang bisa gagal jika ia tidak pernah menyerah?? Ingat “bukan pukulan ke 100 yg menjatuhkan anda,tapi 99 pukulan yg diterima sebelumnya yg menyebabkan hal itu terjadi” , justru kegagalan2 yg terjadi itulah penyebab sukses yg menurut kita terjadi dengan tiba2,jarang orang melihat beyond the success ,tapi lebih kepada kesuksesannya yg nampak seperti terjadi dalam sekejap saja. Sikap2 mental seperti inilah yg lebih penting daripada kecerdasan yg anda dapat di sekolah menurut saya agar anda dapat berhasil dalam hidup.

Maka menurut saya sudah selayaknya jika sekolah2 yg ada saat ini menambahkan kurikulum nilai2 ini kepada murid2nya tentunya. Mungkin nanti ada sekolah yg menilai berapa kejujuran siswanya atau solidaritas ,ataupun hormat dan nilai2 kecerdasan emosional tadi saat mengambil rapor di sekolah. Tapi bagaimana cara menilainya?? Selama ada ukuran/tolak ukur pasti bisa dinilai dengan skala tentunya bukan?? Saya serahkan hal tersebut kepada pihak yg berwajib untuk mengurusnya ,karena saya bukan ahli di bidang pendidikan.

semoga pendidikan dan akhlak serta moral bangsa indonesia semakin maju ke depannya ,Allah merahmati

-didot-

Minggu, 25 Oktober 2009

gila

Gila

By : didot (www.universitas-kehidupan.blogspot.com )


Beberapa waktu lalu saya melihat seseorang yg sedang berjalan di jalan raya tanpa memakai sehelai benang pun. Orang ini dengan cueknya berjalan ,kulitnya hitam legam. Biasanya kita sering menyebut orang seperti ini orang gila alias kurang waras. Saya jadi bertanya orang bule di pantai yg suka telanjang bulat itu apakah waras juga ya?? (gak usah dijawab;p )

Mengapa seseorang disebut gila? Apakah karena tak punya otak? Setiap manusia terlahir dengan otak bukan? Bagaimana jika kita mati? Bagaimanakah kita berpikir? Katanya harus ada otak? Apakah nanti kita sebagai jiwa tak dapat berpikir lagi?? Karena jiwa kita tidak ada otak bukan?? bukankah otak sebuah benda fisik??

Bagaimana dengan manusia yg punya otak tapi gak memakainya?? Orang kayak Adolf Hitler juga sering dikatakan orang gila oleh sebagian besar umat manusia,kegilaannya konon menyebabkan salah satu kerugian terbesar dalam sejarah umat manusia. Tapi yg pasti dia bukan gila karena gak punya otak dong ya ,Hitler sangatlah jenius malah,tapi mungkin ketiadaan hati nurani yg menyebabkannya dikatakan gila. Jadi gila itu adanya di hati atau di otak?? Ah saya terlalu gila jika berani menyimpulkannya untuk anda semua...

-didot-

hits